Friday, November 9, 2018

IEM Rock Zircon

Selamat malam, bro semua.

Kali ini, gw mau ulas tentang IEM under 200k yang sangat melegenda di kalangan basshead.
Dengar harga kirang dari 200 ribu rupiah, bro bakal dapet iem yang punya kualitas suara yang aduhai, tentunya di level harga yg setara ya bro, biar fair.

Iem ini cocok untuk siapa? Pecinta edm, rock, pop, bahkan metal masuk bro pakai iem ini. Dengan power yang cukup besar, membuat semua segmen suara bisa terdengar dengan nyaring.

Mari bahas iem ini lebih jauh.

Dari sisi packaging, isinya biasa aja, ga ada yang istimewa. Bro cuma dapet sebuah dus yang berisi iem itu sendiri, 3 pasang eartips dan buku manualnya. Nah bicara desain iemnya, cukup menarik, bro. Housing hasil dari campuran bahan plastik dan keramik, membuatnya berat dan glossy, desain housingnya sendiri unik kok, bro. Jack 3.5mm dengan warna gold, serta berbentuk L, bikin mudah buat masuk saku bagi yg colokan handfree DAPnya ada di bawah. Yang patut disayangkan ini soal kabel, memang, kabel dari jack sampai ke splitter terlihat kokoh, tapi dari splitter sampai housing, terlihat rapuh, so, bro harus lebih hati² nyimpan maupun ngantongin iem ini.

Bass :
Jedag jedug, bro. Edm didenger pakai iem ini berasa kuping lagi digebukin, 😅. Ga cuma pecinta edm, pecinta rock juga bakal sangat dimanja dg iem ini, metal pun bakal cocok karena dobel pedal disuarakan dg sangat baik, istilah lainnya ga keteteran bunyiin suara bass dan drum dengan dobel pedalnya. Asik deh bawaannya. Bassnya bulet, punchy dan ga berekor panjang.

Vokal :
Berasa di tengah, cukup bagus buat vokal cowo, laki banget bro suaranya, buat vokal cewe, gw rasa kurang mantep, ga ada manis²nya gitu, deh. Walaupun begitu, bagi warga basshead yang juga butuh detail suara dari sang penyanyi, cocok banget nih iem.

Treble :
Seperti kebanyakan iem untuk basshead, sisi ini menjadi poin lemahnya, tapi di beberapa lagu, ngecring²nya masih lumayan, kaya di lagu Careless Whisper-nya George Michael, itu lho, yang jadi soundtracknya Deadpool yang pertama.


Kesimpulan :
Desain yg cukup unik, membuat si empunya iem ini bakal ngerasa keren, bro, ✌.
Bagi warga basshead yang pengen suara sang vokalis terdengar cukup jelas, ini pilihan mudah buat gaet iem ini. Kekurangan ada di sisi treble yang kurang ngecring, bikin suara instrumen beberapa alat musik kurang ngangkat. Ya, ga bisa nuntut lebih juga sih dengan harga yang segitu, tapi paling engga, soal SQ, ini salah satu dari yg terbaik di harga yang sama. Bahkan menurut kuping gw, bro, ini iem merupakan yang terbaik di harganya.
Tapi balik lagi, beda orang beda kuping, beda kuping beda selera, jd percaya kuping sendiri, dan lebih bail menyesal beli dari pada menyesal ga beli.
Ok, bro, sekian dari gw, sampai jumpa di lain review.
✋🖐

Sunday, October 28, 2018

Review Vido, The Legend of Earbud

Selamat datang di blog baru gw nih bro.

Postingan pertama gw, gw awali dengan ulasan earbud kere hore yang "legend". Kenapa bisa dikatakan legend? Jawabannya mungkin karena semua audiophile hampir pasti tau dg earbud yang satu ini, bro, tapi entah taun berapa si LORD Vido ini di-release. Kalo ente tanya sama member senior di grup audiophile tentang earbud, so pasti untuk pemula, salah satu dari mereka bakal saranin beli Vido, terlebih kalo ente tulis budget <100k.

Well,  kita mulai pembahasannya ya, bro.

Kata pertama, Basshead. Yap betul, buat ente yang cari earbud dengan budget under 100k, earbud ini udah cocok banget uat yang demen jedag-jedug kalo dengerin musik via cansnya. Bass kerasa tebel, dengan ekor yang cukup panjang, walau agak menutupi mid bass, tapi masih bisa ditoleransi, karena separasi antar instrumen cukup rapi. Oh iya bro, yang gw bahas di sini Vido yang udah dimodif kabelnya, istilah kerennya, di-recab. Gw ga tau ini kabel jenis apa dan versi apa, jacknya juga, soalnya waktu gw tertarik sama si Vido, gw langsung beli yang udah di-recab with mic. 

Impresi/ kesan setelah pakai  earbud ini selama 1 minggu :
Bass :
Tebel, jedag-jedugnya cukup bikin jantung ikut geter, ekor lumayan panjang.

Vokal :
Versi recab ini, vokalnya cukup enak, bro, ga mendem. Rapi dan jelas.

Treble :
Ini biasanya kita denger cring cring gitu. Menurut kuping gw, di bagian inilah lemahnya si Vido, hampir ga ada, atau bisa dibilang tipis banget. Basshead sepertinya ga mikirn soal ini.



Kesimpulan :
Basshead ga akan kecewa dengan output dari earbud ini, terlebih dengan harga di bawah 100k, bro. Dengan bass yang tebel, vokal yang bertenaga, udah cukup buat manjain kuping ente yang demen jedag-jedug sambil diiringi suara teriak-teriak sang vokalis. Sangat cocok untuk dengerin lagu-lagu metal, EDM, rock, hip-hop, pop, dan dangdut. Untuk akustikan, pilih earbud lain aja, bro.

Impresi masing-masing orang bisa berbeda, bergantung pada selera dan kuping si empunya.

Alat tempur :
Meizu M2 Note, Samsung Galaxy Mini 2 dan laptop.
Foto gw ambil sendiri dari cans milik gw sendiri.

Sampai jumpa di ulasan saya yang berikutnya ya, bro.
Bye